No Image Available

Doa Tanah Air: Suara Pelajar dari Negeri Pushkin

 Penulis: Iwan Jaconiah  kategori: Sastra  Terbitan: 01 Dec, 2022  ISBN: 978-602-1356-59-3  Halaman: 288  Harga: Rp120.000
 Deskripsi:

BUKU antologi puisi Doa Tanah Air: Suara Pelajar dari Negeri Pushkin merupakan karya yang memuat suara hati dari para pelajar Indonesia di Rusia dan tokoh diaspora Indonesia. Ada tema cinta dan rindu akan sanak saudara yang jauh dari negeri seberang. Antologi puisi ini dikurasi oleh penyair dan kulturolog Iwan Jaconiah.

SAYA sudah berulang-ulang membaca puisi-puisi para peserta, banyak yang menarik meski dalam kadar lumayan. Akhirnya, saya pilih lima sajak terbaik dengan penekanan pada unsur-unsur puisi itu sendiri, yaitu kebersihan bahasa, metafora, rima serta makna yang terjalin utuh. Kelima puisi, yaitu Nomaden, Senja di Gorky, Musim Salju Ketiga, Lagu yang Berbeda, dan Tentang Doa: Rindu dan Harapan.

Acep Zamzam Noor
Penyair, peraih South East Asian Write Award dari Kerajaan Thailand, 2005.

BUKU ini memuat puisi-puisi penyair muda Indonesia tentang Rusia, di mana telah menjadi rumah kedua selama mereka belajar. Secara puitis, para pelajar menyatakan kekaguman akan Rusia, sebuah negeri yang sudah lama menjadi sahabat setia Indonesia. Terhadap keramahtamahan penduduk setempat, secara tekun dan berani mengatasi kesusahan hidup yang terkadang mereka hadapi. Pembaca akan terpesona pada karya- karya yang termuat dalam kumpulan puisi ini. Membayangkan segala gambaran seakan-akan mereka sendiri sedang mengunjungi Rusia.

Prof Dr Victor Pogadaev
Orientalis, peneliti sastra Indonesia dan Melayu di Persatuan Nusantara Moskwa.

MENULIS puisi tidak semudah merangkai sebuah cerita karena keterbatasan ruang. Pemilihan kata, perenungan makna dan keindahan kata-kata itu sendiri menjadi tantangan yang tidak mudah. Sebuah puisi pendek bisa menjadi narasi yang panjang dan multi tafsir, tergantung dari mana kita melihatnya. Saya berharap buku ini kelak dapat menginspirasi generasi muda untuk kembali mencintai karya-karya sastra yang semakin ditinggalkan akhir-akhir ini.

Prof (hon) Wahid Supriyadi
Penulis, Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, 2016-2020.

 Back
error: Content is protected !!
Kirim Pesan
Hallo👋
Ada yang dapat kami bantu?
WA 0812-1144-4295